Desa Braja Yekti, Lampung Timur — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional melaksanakan program kerja inovatif berupa Rumah Kompos (Zero Waste), yaitu pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi permasalahan sampah di desa, tetapi juga memberikan manfaat nyata berupa pupuk yang dapat digunakan kembali oleh masyarakat untuk mendukung pertanian dan pekarangan rumah.
Kegiatan pembuatan kompos dilaksanakan pada 31 Juli 2025, bertempat di salah satu rumah warga. Mahasiswa KKN bersama masyarakat bergotong-royong mengumpulkan sampah organik rumah tangga seperti sisa sayuran, daun kering, dan limbah dapur. Sampah tersebut kemudian diolah dengan metode sederhana namun efektif agar dapat terurai menjadi pupuk alami yang subur dan bebas bahan kimia.
Setelah proses pengolahan berjalan selama lebih dari dua minggu, pada 16 Agustus 2025, mahasiswa bersama masyarakat melakukan pemanenan kompos. Hasil kompos yang telah matang kemudian dibagikan kepada warga untuk dimanfaatkan dalam menanam sayuran, tanaman hias, maupun kebutuhan pertanian skala kecil.
Masyarakat Desa Braja Yekti menyambut baik program ini. Salah satu warga, Ibu Parmi, menyampaikan bahwa kehadiran Rumah Kompos sangat membantu mengurangi tumpukan sampah dapur sekaligus memberi solusi pupuk murah dan alami. “Kami senang sekali dengan program ini. Dulu sampah dapur sering menumpuk, sekarang bisa jadi pupuk untuk tanaman. Sangat bermanfaat bagi kami,” ujarnya. Warga lain, Bapak Suyanto, juga menambahkan bahwa kegiatan ini bisa menjadi contoh baik untuk diteruskan secara berkelanjutan.
Program kerja Rumah Kompos dari mahasiswa KKN Internasional ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Braja Yekti untuk lebih peduli pada lingkungan dan memanfaatkan potensi sampah rumah tangga menjadi sesuatu yang berguna. Dengan dukungan warga, keberadaan Rumah Kompos berpeluang menjadi program berkelanjutan yang memberikan dampak positif bagi kebersihan lingkungan dan ketahanan pangan desa.