Braja Yekti, Lampung Timur – Mahasiswa KKN Bersama Internasional menghadirkan inovasi baru dalam pengembangan potensi lokal Desa Braja Yekti melalui produk Wedang Tape Probiotik. Minuman ini merupakan hasil olahan tape singkong tradisional yang dikombinasikan dengan konsep probiotik, sehingga tidak hanya menghadirkan cita rasa khas, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan.
Program ini lahir dari kolaborasi mahasiswa antar Universitas Negeri dan masyarakat desa Braja Yekti, yang melakukan riset sederhana, uji resep, hingga penyusunan modul produksi dan pemasaran untuk mendukung pelaku UMKM setempat. Melalui inovasi ini, UMKM Desa Braja Yekti didorong agar mampu mengembangkan produk unggulan yang berdaya saing, sekaligus memperkuat identitas desa melalui minuman khas.
“Kami ingin mengangkat potensi lokal agar lebih bernilai dan berkelanjutan. Wedang Tape Probiotik diharapkan menjadi produk UMKM yang tidak hanya digemari di desa, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujar M. Anjas Wa'dah Lubis salah satu mahasiswa peserta KKN Internasional dari UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
Langkah pertama yang dilakukan Mahasiswa KKN Internasional dalam pengenalan produk wedang tape adalah melalui pengajian rutin Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu di Desa Braja Yekti. Karena pengenalan melalui kegiatan keagamaan adalah langkah praktis dan efektif untuk keberlanjutan produk wedang tape di desa Braja Yekti.
Inovasi Wedang Tape Probiotik mendapat sambutan positif dari masyarakat. Produk ini diharapkan menjadi ikon baru Desa Braja Yekti, sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk berkembang lebih maju dan mandiri.