Desa Braja Yekti, yang terletak di Kabupaten Lampung Timur, menyimpan banyak cerita tentang kerja keras warganya. Dengan prinsip hidup “alon-alon asal kelakon”, masyarakat desa ini menjalani hari dengan tekun. Sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai pekebun dan petani, sehingga hasil alam melimpah. Dari kebun dan ladang, lahirlah beragam potensi produk yang bisa diolah menjadi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Namun, di balik kekayaan sumber daya itu, ada tantangan besar: pemasaran. Banyak pelaku UMKM kesulitan memasarkan produk mereka secara luas, apalagi di era digital yang serba cepat dan kompetitif.
Di sinilah mahasiswa KKN Bersama Internasional hadir. Mereka tidak sekadar datang untuk tinggal dan menjalankan kegiatan rutin, melainkan membawa warna baru dengan solusi nyata bagi desa dan masyarakatnya.
Modul dari Mahasiswa untuk Masyarakat
Di Dusun I, misalnya, terdapat sebuah UMKM yang memproduksi camilan kue bawang berbahan dasar tepung terigu dan bawang putih. Produk ini sederhana, tapi punya potensi besar untuk berkembang. Melihat hal itu, para mahasiswa menyusun sebuah modul praktis untuk UMKM.
Bayangkan, sebuah buku panduan sederhana namun sarat ide, yang bisa jadi pegangan para pelaku usaha kecil. Modul ini tidak berhenti pada teori, melainkan menyajikan langkah-langkah praktis: mulai dari cara mengatur keuangan usaha dengan rapi, teknik memotret produk agar lebih menarik, hingga trik promosi sederhana di media sosial.
“Awalnya saya bingung harus mulai dari mana kalau mau jualan online. Setelah ikut pelatihan dari mahasiswa, ternyata gampang kalau tahu caranya,” ungkap salah seorang pelaku UMKM dengan semangat.
Belajar Bersama, Tumbuh Bersama
Yang membuat program ini menarik adalah cara penyusunannya. Modul tersebut lahir dari kolaborasi mahasiswa lintas universitas. Mereka saling berbagi perspektif: ada yang membawa wawasan tentang pasar global, ada pula yang memahami kebutuhan masyarakat setempat.
Hasilnya, lahirlah modul yang modern namun tetap membumi, dekat dengan budaya desa. Tidak sedikit pelaku UMKM yang langsung mencoba mempraktikkannya. Beberapa mulai membuat akun jualan di marketplace dan menggunakan media sosial seperti TikTok Affiliate untuk memasarkan produk mereka secara digital.
Lebih dari Sekadar KKN
Program ini membuktikan bahwa KKN bisa lebih dari sekadar pengabdian sesaat. Ia bisa menjadi ruang lahirnya warisan jangka panjang yang bermanfaat bagi masyarakat. Modul inovatif yang dibuat mahasiswa akan terus digunakan, bahkan setelah mereka kembali ke kampus masing-masing.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Desa Braja Yekti kini punya harapan baru. UMKM desa ini tidak lagi hanya berjuang untuk bertahan, tapi juga siap berkembang, bersaing, dan menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke level global.